Jumat, 04 April 2014

TENTANG PILIHAN

Jika bicara tentang pilihan, maka akan banyak hal yg bisa kita bahas. Pilih, memilih, pilihan, seringkali menjadi aktivitas rutin yang mewarnai kehidupan kita setiap waktunya.
Merujuk kepada salah satu firman Tuhan yang menyatakan bahwa kita manusia adalah makhluk yang paling sempurna karena anugerah akal yang diberikan oleh-Nya, maka secara bersamaan manusia juga diberikan kemampuan untuk memilih dengan lebih baik dibanding makhluk lainnya. Oleh karena itu, manusia seharusnya mampu memilih apapun pilihan yang ada dalam hidupnya dengan bijaksana.


Sejauh pengalaman saya yang belum banyak ini, Tuhan sebenarnya telah membentangkan sekian banyak pilihan dalam hidup kita. Bahkan sejak masih dalam kandungan, manusia sebenarnya sudah diberikan oleh Tuhan dalam bentuk "MOU kehidupan" (dalam bahasa saya). Tuhan membebaskan janin dalam kandungan itu memilih untuk siap lahir dan hidup di dunia atau tidak. Jika janin tersebut memilih untuk tidak siap lahir dan hidup di dunia, maka janin tersebut boleh jadi tidak selamat dalam kandungan maupun proses persalinan. Namun jika ternyata janin tersebut siap untuk dilahirkan dan hidup di dunia dengan segala konsekuensi yang mengikuti di belakangnya, maka boleh jadi janin tersebut akan selamat dalam proses persalinannya, dan siap untuk menjadi hamba Tuhan yang mentaati semua kesepakatannya.

Saat kita beranjak dewasa, Tuhan masih dengan baiknya membentangkan begitu banyak pilihan di sekitar kita. Tentang cita-cita, tentang cinta, tentang pemimpin, dan sebagainya. Jika kita bisa mengoptimalkan penggunaan anugerah tertinggi kita sebagai manusia, yaitu akal maka seharusnya tidak perlu ada lagi kesenjangan dalam hidup ini. Namun, manusia tetaplah manusia yang fitrahnya tak pernah luput dari khilaf dan lupa, sehingga kebanyakan dari kita seringkali lupa dengan akal kita, seringkali salah menafsirkan petunjuk-petunjuk Tuhan yang hadir di sekitar kita tentang pilihan-pilihan itu. Apabila kita menyadari betapa baiknya Tuhan pada kita dengan memberikan kita berbagai pilihan dalam hidup ini, maka semestinya kita memanfaatkan kesempatan itu dengan bijak, setidaknya dengan selalu menumbuhkan kesadaran bahwa apapun yang menjadi pilihan kita, Tuhan kelak akan memintai pertanggungjawaban atas pilihan tersebut.

Banyak hal dalam hidup ini yang bisa kita pilih, kecuali memilih untuk dilahirkan dari rahim siapa, memilih dilahirkan dalam kondisi seperti apa, dan memilih untuk mati dengan cara apa. Meski begitu, kita masih bisa memilih untuk menjalani hidup yang bermakna seperti apa.

SELAMAT MEMILIH, KAWAN ....





Senin, 24 Maret 2014

JEJAK MASA LALU

Biarkan masa lalu tertinggal di belakang
Tak ada yang perlu dihapus
Cinta yang ku persembahkan,
Menerimamu tanpa syarat
Walau segala cerita terungkap
Meninggalkan perih dan luka
Aku akan bergeming menyongsong badai
Karena kita,
Hidup untuk masa depan


Dari Sahabat Untuk Sahabat



Arsip: 21 Okt 2003



Rasakah beranjak dewasa
Tiada sempurna, yang kita kagumi,
tak dengan orang tua.
Terlalu banyak dusta,
hingga kita hanya bisa percaya diri sendiri.
Kau tak perlu menjadi seperti yg mereka inginkan.
Kau kan lebih senang dan bangga jadi apa yang kau citakan.

Ini hidupmu,
segala kisahmu,
hari-harimu,
teman-temanmu,
perasaanmu.
Yang kau lakukan,
yang kau miliki.
Kehidupanmu, tak selamanya menyenangkan.
Tapi itu semua milikmu.
Nikmati saja.

Setiap suka, duka, lara, canda, tawa, cinta,
dan kekesalan serta kekecewaan.
Nikmati setiap perasaan yang hadir,
Setiap angin yang berhembus,
setiap bunga yang bermekaran.
Lakukan yang ingin kau lakukan,
jangan karena terpaksa.

Selalu ada hal baru untuk dicoba.
Kau masih muda, sangat muda.
Kau memiliki keberanian
dan percaya diri,
yang tak dimiliki sebagian orang dewasa.
Karena kau belum pernah putus asa,
karena kau belum pernah gagal,
dan tak takut terluka.
Kau akan (dan telah) mendapat banyak persoalan.
Tapi kau akan (dan telah) mendapat banyak keberuntungan.

Dalam hubungan dengan teman-teman,
akan selalu ada perubahan.
Jangan paksa kala tiada lagi sama,
kala ingin ambil jalan hidup berbeda.
Kau harus berdiri pada dirimu sendiri.
Ada orang yang memasuki hidupmu,
dan pergi begitu saja.
Ada pula yang meninggalkan jejak pada hatimu,
dan dirimu tiada lagi sama.
Orang yang kau temui,
bukanlah suatu kebetulan.
Tapi untuk suatu kemanfaatan
yang kau pelajari dari mereka.

Nikmati masamu,
jangan terlalu dipikir.
Semuanya akan baik-baik saja.
Perubahan adalah hal yang pasti.
Semua merasa sama,
dan belajar mekar.
Masa ini kan selalu terkenang,
selalu dirindukan,
selalu ada,
dalam setiap detak jantungmu,
hembusan nafasmu,
kedipan matamu,
helaian rambutmu,
sebagaimana kau rindukan masa kecilmu.

Nikmati dirimu,
segala kelebihan dan kekurangan.
Hal-hal yang kau sukai,
hal-hal yang kau lakukan.
Cintai dirimu,
hargai perasaanmu,
Pegang teguh nilai dan norma yang kau anut.
Masa ini tak kan lama.
Kala kau sudah sedikit lebih dewasa (lagi),
dan sedikit lebih mengerti,

kala kau sibak,
kala kau ingat,
kala kau kenang,

Kau kan tersenyum.